Budaya Kekerasan TNI

Maraknya tindak kekerasan yang terjadi di Indonesia seperti menjadi sebuah bentuk kebudayaan baru. Kekerasan tersebut menggunakan dalil-dali agama ataupun atas nama Negara. Seperti yang terjadi dalam bentrok kerusuhan warga urut sewu Kebumen dengan TNI sabtu (16/4) . Bentrok ini dikarenakan persoalan lama yaitu sengketa tanah antara warga dengan TNI.

Pada hari Sabtu, TNI dilaporkan merusak blokade yang dibuat warga. Ratusan warga pun mendatangi lokasi, yang dilanjutkan dengan mendatangi beberapa pos TNI. Sejumlah warga lalu merusak pos yang merekaanggap tidak sah, karena dibangun di atastanahwarga.

Marah akibat posnya dirusak, TNI menghadang warga dan menembakinya. Enam orang dilaporkan tertembak, dan beberapa lainnya luka karena dipopor senjata. Hingga semalam 10 orang masih dirawat di RSUD Kebumen, yaitu Kusriyanto (tertembak), Samsudin (kena pukulan), Surip Supangat (tertembak), Mustofa (kena pukul), Aris (kena pukulan), Mulyanto (tertembak), Kasantri (patah akibat pukulan), Sarwadi (tertembak), Ilyas

Kekerasan yang dilakukan oleh TNI terhadap warga urut sewu ini merupakan bentuk pelanggaran HakĀ  Asasi Manusia. TNI yang seharusnya melindungi rakyat justru menyerang warga secara membabi buta dengan menembakan peluru kearah warga.

Salah satu korban yaitu Mustofa (65) terkena pukulan dan tendangan dari TNI. Padahal ia tidak tahu menahu karena baru saja pulang dari sawah melakukan aktifitas sehari-harinya sebagai petani.

Selain menembakan peluru, TNI juga menyerang rumah-rumah warga yang dianggap dijadikan sebagai tempat persembunyian warga. Kekerasan ini seolah-olah menjadi prilaku yang sudah wajar dilakukan oleh TNI sebagai pelindung masyarakat

Bentuk-bentuk kekerasan dengan mengatasnamakan apapun merupakan suatu pelanggaran yang tidak dibenarkan. Apalagi Indonesia merupakan Negara yang berdasar pada pancasila dengan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung didalamnya.

Penguatan pengetahuan kepada masyarakat perlu untuk di berikan. Sehingga kekerasan akan bisa di minimalisir.

About these ads
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: