Kekuatan Imajinasi Tulisan Menjadi Kenyataan

Apa yang kita impikan terkadang akan dikabulkan oleh Allah swt yang maha esa. Begitu pula dengan apa yang kita imajinasikan dalam sebuah penceritaaan. Entah itu dalam bentuk cerpen, puisi atau novel. Hal itu tanpa di sadari bisa menjadi sebuah kenyataan dalam kehidupan kita.

Beberapa tahun yang lalu saya mencoba untuk menulis sebuah novel remaja yang tidak bisa saya lepaskan dan saya tambahi dengan unsur kisah cinta. Ada dua tokoh utama dalam novel saya yang tidak bisa diterbitkan itu.

Dua gadis dengan karakter berbeda saya buat dengan sifat-sifatnya yang teramat tajam dan meyakinkan. Hal ini saya buat agar pembaca terbawa emosinya. Meskipun bisa jadi ada yang merasa kesulitan mengikuti watak penokohan yang saya tulis. Tapi tidak apalah karena saya sudah mencobanya.

Dua gadis itu sebut saja Linda dengan karakter tomboi, berlagak orang kaya , cemburu dan suka memilih – milih teman. Sementara gadis yang satunya bernama Ina dengan karakternya yang lembut berwajah manis dengan lesung pipinya, membuat laki-laki lain terpanah. Sifatnya pemaaf dan suka bergaul dengan siapa saja.

Dua tokoh gadis itu saya tuliskan dengan mengambil setting sekolah. Tentu para pembaca sedikit bisa membayangkan suasana yang terbangun jika dua tokoh ini bersaing untuk mendapatkan sebuah cinta dari seorang siswa dengan karakter mereka masing-masing. Bisa jadi terlihat seperti di sinetron saja.

Imajinasi dalam penceritaan yang saya bangun dalam novel tersebut menjadi sebuah kisah yang tanpa saya sadari menjumpai keduanya dalam kehidupan pribadi saya saat ini. Linda dan Ina dua tokoh imajinasi saya tentu tidak mengenalnya secara nyata. Karena itu hanya permainan imajinasi saya semata dengan mengambil nama asal-asalan ketika mencari untuk dua tokoh utama itu.

Di dunia nyata saya berkenalan dengan perempuan bernama linda. Sebuah nama yang persis. Saya mengaguminya dan kemudian saya mencoba mengungkapkan perasaan saya. Ada sifat-sifat yang sama dengan tokoh Linda dalam novel saya. Waktu belum berpihak kepada saya karena ia tidak bisa menerima kehadiran saya dalam hidupnya.

Satu tahun kemudian saya berkenalan dengan perempuan bernama Ina. Sebuah nama yang sama dalam tokoh novel saya yang tidak jadi karena tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh penerbit.

Ina dengan sifatnya sama dengan apa yang saya tokohkan. Berwajah manis dan ia sangat mengagumi sosok Muhamamd SAW yang telah membawa ajaran-ajaran kedamaian. Kegalauan, kebimbangan dengan Ina menjadi sebuah pertanyaan untuk llah swt. Apakah ini kekuatan sebuah tulisan sampai saya dipertemukan dengan tokoh imajinasi saya dalam tulisan novel saya.

Sosok Ina dalam dunia nyata sangat saya kagumi seperti dalam karakter yang saya buat dalam novel saya. Sampai saat ini saya tidak tahu menahu apa rahasia Tuhan setelah mempertemukan saya dengan dua tokoh (imajinasi) utama dalam novel saya.

Sedikit kemudian saya menyimpulkan bahwa sebuah tulisan memiliki kekuatan yang bisa meruntuhkan sebuah tirani kekuasaan termasuk didalamnya akan rahasia Tuhan kepada umatnya. Pertanyaan-pertanyaan apakah rahasia Allah swt dengan mempertemukan saya dengan dua tokoh utama saya. Pertanyaan itu saya layangkan untuk Allah swt.

Bagaimana menurut anda

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: