Hidup Adalah Milik Dari Yang Menyelamatkannya

Alkisah ada seorang bocah yang sedang berjalan di kebun dan melihat seekor angsa terbang sambil mengerang dan jatuh tersungkur ke semak-semak. Dia bergegas mendekatinya dan ternyata kena panah.

Ia segera memeluknya dan memberinya air minum dari labu yang ada dipinggangnya supaya tenang. Lalu perlahan-lahan ia mencabut panah itu dan merobek bajunya untuk membalut lukanya supaya darahnya berhenti mengucur. Diambilnya dedaunan dan diremas lalu dibalurkan sebagai obat.

Ttiba-tibda datang saudara sepupunya sambil membawa busur dan meminta supaya angsa itu diserahkan kepadanya karena dia yang memanah. Bocah itu menolak, “ Kalau mati, iru adalah milikmu!Tetapi saya yang menyelamatkan. Karena itu kamu tidak berhak atasnya!”.

Persoalan itu akhirnya dibawa kesidang orang-orang bijak. Setelah bersidang akhrinya diputuskan “ Kehidupan adalah milik dari mereka yang menyelamatkan, bukan yang menghancurkannya”. Bocah yang menyelamatkan angsa itu bernama Siddharta Gautama!

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • humamrimba  On Agustus 16, 2011 at 6:55 pm

    belajar dari hal seperti ini terasa sangat berat. tapi dibalik itu semua banyak hal-hal yang kita peroleh dan belum kita dapatkan sepenuhnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: