Ikan betah di tanah organik

Melihat alam disekitar kita dengan pemandangannya yang indah tentu menjadi impian bagi semua orang. Termasuk juga dengan saya begitu sangat bahagia melihat sawah saya dengan tanaman padinya yang mulai menghijau membuat hati saya terasa sejuk meskipun udara terasa panas.

Selain padinya yang mulai menghijau terlihat di air ikan-ikan berkecipak membuat suara-suara sedikit gaduh dan membuat orang penasaran untuk melihatnya. Ikan gabus melenggak-lenggokan ekornya menemani anak-anaknya yang berjumlah ratusan untuk bermain bersama

keadaan seperti ini tidak semuanya ada disawah-sawah yang lain. Meskipun padi-padi terlihat hijau namun belum tentu banyak ikannya.

Kenapa ikan- ikan betah di sawah saya?. Beberapa tahun yang lalu saya mulai menggunakan pupuk kandang baik itu sampah rumah tangga ataupu kotoran hewan dijadikan pupuk bagi sawah saya. Pemupukan ini saya lakukan ketika menjelang pengolahan sawah sampai setelah menanam bibit padi selesai.

Pupuk -pupuk yang berasal dari rumah tangga dan kotoran hewan merupakan asupan makanan yang baik bagi tanah. Selain air tanah dan tanaman membutuhkan makanan yang bergizi pula. Dan yang paling bagus adalah dengan pupuyk-pupuk itu tadi.

Penggunaan pupuk kimia dengan kadar yang tidak seimbang justru akan merusak kualitas tanah. Didalam pupuk industri terdapat campuran zat kimia yang berpengaruh terhadap tanah. Tanah akan berubah menjadi lebih keras tidak gembur. Selain itu juga berpengaruh terhadap suhu tanah menjadi panas.

Ketika suhu udara di dalam tanah suda panas maka jenis-jenis hewan yang hidup perairan sawah akan enggan untuk hidup didalamnya. Maka tidak heran jika suhu udara dijakarta yang panas membuat orang-orang lebih banyak menggunakan AC atau kipas angin untuk mengurangi suhu udara yang panas.

Maka jangan heran jika saat ini sawah-sawah tidak lagi banyak dihuni oleh ikan-ikan dan hewan yang lain yang hidupnya di perairan sawah.

Kalau saat dulu saya sering mencari ikan disawah karena begitu banyaknya ikan, namun sekarang sedikit yang ditemukan sawah dengan ikan-ikanya berlompatan, berkejaran dengan menimbulkan suaranya yang riang.

Begitulah sesungguhnya Tuhan menciptakan alam ini. Kalau bukan untuk kita lalu untuk siapa?

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: