Media Dalam Fakta Pemberitaan Urutsewu

Kasus kerusuhan antara warga desa Setrojenar Kecamatan Buluspesantren Kebumen memang telah lama terjadi. Kejadian tersebut menjadi sebuah momen yang sulit untuk dilupakan bagi sebagian warga Kebumen pada umumnya dan juga bagi warga desa Setrojenar pada khususnya. Sebuah luka yang sangat serius dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyembuhkannya. Luka fisik yang di terima oleh beberapa warga memang telah sembuh, namun luka psikislah yang sebenarnya sangat membutuhkan pengobatan yang intensif.

Tulisan ini ingin mencermati media yang selama ini secara tidak langsung telah ikut memunculkan sebuah luka ditengah-tengah masyarakat yang selama ini hidup jauh dari kekerasan. Beberapa hari setelah kerusuhan antara warga dengan TNI, media langsung bergerak cepat untuk memperoleh berita tentang kejadian tersebut. Dari pemberitaan kronologi kejadian sampai proses penanganan yang dilakukan oleh aparat maupun dari pihak-pihak lain.

Dalam pengamatan penulis, setelah satu bulan berlalu pemberitaan media tentang kejadian tersebut kian surut. Bisa jadi hal ini dikarenakan berita tentang kerusuhan desa setrojenar tidak lagi menjadi berita yang layak jual. Atau selama ini media telah menganggap bahwa persoalan urutsewu telah selesai karena sudah diselesaikan oleh pihak –pihak yang berwajib.

Tidak demikian kalau kita mencermati dari berita-berita yang ada. Persoalan dampak setelah kejadian tidak lagi menjadi sebuah pemberitaan yang coba untuk di muat oleh media. Baik itu media cetak ataupun media elektronik. Dampak dari sebuah kerusuhan yang terjadi merupakan sisi lain yang sering tidak terfikirkan oleh semua orang.

Tanpa disadari bahwa dampak pesikis yang berkepanjangan akan memunculkan sebuah gejolak yang besar dikemudian hari jika tidak ada penanganan yang serius. Media sebagai alat komunikasi yang cukup efektif perlu untuk lebih sensitf terhadap persoalan dama kerusuhan warga Setrojenar dengan TNI.

Media tidak lagi sebagai penyambung lidah bagi pemberitaan siapa yang berkuasa (pemerintah), namun juga menjadi jembatan pemberitaan yang sangat diperlukan oleh masyarakat bawah. Jalur demonstrasi yang selama ini masih dianggap efektif oleh beberapa kalangan, nyatanya banyak tidak didengar oleh para pengambil kebijakan. Maka tidak heran jika gembar-gembor oleh warga Urutsewu hanya sebuah angin yang lalu saja. Tidak lagi direspon oleh para anggota dewan bahwa dibalik suara yang lantang ada sebuah perjuangan hidup yang sedang di cita-citakan oleh masyarakat.

Anggota dewan yang masih dianggap sebagai wakil rakyat harus sepenuhnya memperjuangkan hajat hidup orang banyak dengan kibijakan yang berpihak kepada rakyat dan juga memberitakan yang seharusnya diketahui oleh rakyat, bukan lagi takut terhadap teman sejawat ataupun teman lama yang lebih memiliki kredibilitas dalam struktur kelembagaan Negara.

Media yang berani

Keberanian media sebagai alat pemberitaan sangat diperlukan untuk memberitakan dan memunculkan sebuah kejadian yang sebenar-benarnya sampai tingkatan dampak sosial masyarakat yang ada terhadap sebuah kerusuhan ataupu bencana. Pemberitaan terhadap dampak sosial pasca kerusuhan akan sedikit membantu terhadap masyarakat untuk mendapatkan berita yang seimbang dan sesuai dengan fakta yang mereka alami. Karena fakta-fakta inilah yang nantinya akan membentuk opini masyarakat yang sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

Selain media, orang-orang yang memberitakan juga telah turut serta membentuk opini yang berkembang selama ini. Dalam kasus Urutsewu beberapa kali media memberitakan tentang pernyataan sikap dari pimpinan sebuah instansi terkait yang justru sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Malah sering kali pernyataan tersebut memunculkan kontrofersi yang semakin meruncingkan permusuhan antara warga dengan TNI.

Tidak asal memberitakan namun juga harus disesuaikan dengan fakta di lapangan. Sehingga pemberitaan baik di media cetak maupun elektronik akan lebih bisa dicerna oleh masyarakat sebagai konsumen sebagai media yang benar-benar fakta dan bisa dipertanggungjawabkan kebenaran beritanya.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: